Teknologi Industri di Indonesia

Teknologi Industri di Indonesia. Indonesia sedang mencari cara untuk memanfaatkan kemajuan dalam teknologi modern untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di sektor industri, dengan pemerintah meluncurkan rencana baru yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi. Diluncurkan pada awal April strategi Making Indonesia 4.0 menyoroti potensi kemajuan teknologi termasuk internet, kecerdasan buatan, antarmuka manusia mesin, pencetakan 3D, dan teknologi robot dan sensor untuk meningkatkan  kapasitas industri.

Teknologi Industri

Teknologi Industri

Lima sektor prioritas makanan dan minuman , otomotif, tekstil, elektronik, dan bahan kimia telah diidentifikasi sebagai daerah di mana Indonesia dapat menjadi pemimpin global dalam peta jalan, dengan perkiraan manufaktur akan menyumbang 21-26% dari PDB pada tahun 2030, naik dari 18 % pada 2016. Proyek infrastruktur untuk membantu mendorong pertumbuhan Teknologi Industri Untuk memenuhi tujuan dari strategi Making Indonesia 4.0.

Pemerintah berharap serangkaian proyek infrastruktur besar , kerangka hukum yang lebih mendukung, dan insentif untuk transfer dan pengembangan teknologi modern akan mendorong aktivitas manufaktur. Berbicara pada acara Asosiasi Pengusaha Indonesia di Jakarta pada tanggal 24 April, Airlangga Hartanto, menteri industri , mengatakan penguatan produksi bahan baku adalah kunci untuk meningkatkan produksi industry.

Dengan serangkaian proyek konstruksi untuk membantu permintaan bahan bakar. Pemerintah berjanji untuk mengembangkan proyek pekerjaan umum yang sebagian besar akan didanai oleh sektor swasta. Pengembangan mencakup fokus khusus pada sektor transportasi dan logistik, dengan 2650 km jalan baru, 3258 km jalur kereta api, 15 bandara dan 24 pelabuhan yang akan dibangun, bersama dengan sistem angkutan cepat massal untuk enam wilayah metropolitan.

Bagaimana cara Teknologi Industri di indonesia?

pada akhir kuartal pertama tahun ini, dan 150 lainnya sedang dibangun; namun, serangkaian kecelakaan terkait konstruksi membuat pemerintah menunda pengembangan beberapa proyek pada bulan Februari. Sementara pengembangan infrastruktur harus mengurangi hambatan produktivitas.

Para pejabat juga berjanji untuk membangun kembali zona industri negara itu, dan meningkatkan keberlanjutan industri melalui adopsi kendaraan bertenaga listrik, biofuel dan sumber energi terbarukan yang lebih besar. Lebih jauh, kebijakan tersebut menyerukan insentif seperti pembebasan pajak atau subsidi agar ditawarkan untuk mempercepat adopsi teknologi tertentu, di samping kolaborasi yang lebih besar antara Negara.

Sektor swasta dan universitas untuk mengembangkan ekosistem berbasis inovasi, dan harmonisasi peraturan dan kebijakan. Kunci UKM untuk dorongan industry Faktor lain yang penting bagi keberhasilan strategi ini adalah meningkatkan penyerapan teknologi usaha kecil dan menengah (UKM). Diperkirakan ada 3,7 juta UKM di Indonesia, terhitung sekitar 99% dari semua bisnis dan lebih dari 60% dari PDB. Bersama dengan perusahaan mikro.

Baca juga : BERITA HARI INI, Kemajuan Teknologi Aplikasi Handphone

Angka-angka industri telah menyoroti bagaimana UKM.  Memiliki potensi untuk menjadi pemasok utama untuk beberapa sektor utama yang ditargetkan dalam Making Indonesia 4.0. Menekankan perlunya mengintegrasikan mereka ke dalam teknologi dan rantai pasokan ketika kebijakan tersebut diluncurkan. Peraturan baru yang bertujuan meningkatkan transfer keterampilan Program industri. Yang dipercepat juga telah didukung oleh peraturan baru yang mengatur ketenagakerjaan pekerja asing di dalam negeri.

Suatu pembangunan yang diharapkan dapat membantu dalam membangun keterampilan tenaga kerja lokal . Peraturan baru yang disetujui, akan memudahkan perusahaan lokal dan internasional untuk mempekerjakan pekerja asing. Namun, beberapa serikat pekerja telah mengajukan kekhawatiran bahwa perubahan itu dapat membuat pekerja Indonesia. Dikunci dari pekerjaan manufaktur demi orang asing yang sangat terampil. Saat ini, ada sekitar 126.000 pekerja asing di Indonesia. Demikianlah teknologi industri untuk meningkatkan daya saing industri di indonesia.

 

Leave a Reply